Padang, Sindotime-Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memaparkan kondisi terkini penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda 16 kabupaten dan kota, dengan estimasi kerugian ekonomi mencapai Rp31,8 triliun. Paparan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi pemulihan pascabencana yang digelar secara daring dari Padang, Jumat (9/1).
Dalam laporannya, Mahyeldi mengungkapkan bahwa total penduduk terdampak mencapai 296.345 jiwa. Dari jumlah tersebut, tercatat 264 orang meninggal dunia, 72 orang masih dinyatakan hilang, 401 orang mengalami luka-luka, serta 10.854 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Data ini, kata Mahyeldi, bersifat dinamis dan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
Ia menjelaskan, seluruh informasi kebencanaan tersebut dapat diakses secara terbuka oleh publik melalui dashboard satu data kebencanaan yang tersedia di laman resmi dashboardbencana.sumbarprov.go.id. Kehadiran platform digital ini ditujukan untuk memperkuat transparansi sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan dalam penanganan darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Menurut Mahyeldi, keterbukaan data menjadi kunci agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berbasis kondisi riil dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan apresiasi atas kesiapan Pemprov Sumbar dalam melakukan pendataan korban dan dampak bencana secara terintegrasi. Ia menilai dashboard satu data kebencanaan tersebut sangat membantu koordinasi lintas sektor, baik antara pemerintah pusat dan daerah maupun antarinstansi terkait. Dengan sistem pemantauan yang terstruktur, setiap tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi dinilai dapat diawasi dengan lebih baik, sehingga penggunaan anggaran menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.
Tito juga menegaskan bahwa pada fase awal pemulihan pascabencana, pemerintah akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan yang terdampak parah, mengingat aksesibilitas menjadi faktor krusial bagi distribusi bantuan dan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat. Adapun sektor lain akan ditangani secara bertahap sesuai skala prioritas dan ketersediaan anggaran.(*/zoe)





