BBKSDA Riau menegaskan bahwa informasi yang menyebut adanya warga diterkam harimau tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Tidak terjadi serangan maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Selain itu, keberadaan sapi yang dilepas juga dipastikan tidak berada di titik perjumpaan antara manusia dan satwa.
Lebih lanjut, hasil penelusuran jejak menunjukkan bahwa harimau tersebut bergerak menuju kawasan Hutan Produksi (HP) yang berjarak sekitar empat kilometer dari lokasi awal perjumpaan. Berdasarkan pola jejak dan temuan di lapangan, petugas memperkirakan hanya satu individu harimau yang melintas di wilayah tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, BBKSDA Riau bersama pemerintah desa setempat melakukan sosialisasi kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diimbau agar tidak beraktivitas seorang diri, lebih mengutamakan kegiatan secara berkelompok, serta menghindari aktivitas di waktu subuh, senja, dan malam hari yang merupakan periode aktif Harimau Sumatera.
BBKSDA Riau juga memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi dengan berbagai pihak guna mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar. Warga diminta segera melaporkan setiap informasi terbaru terkait keberadaan harimau kepada BBKSDA Riau atau aparat keamanan setempat seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.(*/zoe)





