Nasional

Perantau Minang Berperan dalam Percepatan Pemulihan Pascabencana

×

Perantau Minang Berperan dalam Percepatan Pemulihan Pascabencana

Sebarkan artikel ini
ARAHAN : Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah ketika memberikan arahan dalam Silaturahmi Perantau Minangkabau melibatkan organisasi kemasyarakatan Minang, lembaga filantropi, dan NGO, di Hotel Balairung, Jakarta.(pemprov sumbar)

Jakarta, Sindotime-Solidaritas perantau Minangkabau kembali menunjukkan perannya dalam membantu kampung halaman. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menggalang dukungan para perantau untuk mempercepat pemulihan masyarakat Sumbar yang terdampak bencana hidrometeorologi. Dari kegiatan tersebut, donasi yang terkumpul mencapai Rp1 miliar.

Penggalangan dukungan itu berlangsung dalam acara Silaturahmi Perantau Minangkabau yang melibatkan organisasi kemasyarakatan Minang, lembaga filantropi, dan NGO, di Hotel Balairung, Jakarta, Sabtu malam (10/1). Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi kepedulian perantau terhadap kondisi darurat yang tengah dihadapi Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa ikatan antara ranah dan rantau merupakan nilai fundamental masyarakat Minangkabau. Menurutnya, saat daerah asal dilanda bencana, dukungan perantau memiliki arti strategis, baik secara moral maupun material. Ia pun menyampaikan apresiasi atas donasi yang berhasil dihimpun dalam satu malam tersebut.

Baca Juga  Sumbar Butuh Percepatan Penanganan Dampak Banjir dan Longsor

Mahyeldi memaparkan bahwa bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat telah berdampak luas, mencakup 16 kabupaten dan kota. Dari jumlah tersebut, 13 daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerusakan infrastruktur, tetapi juga mengganggu aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.

Berdasarkan kajian Pemerintah Provinsi Sumbar, nilai kerusakan akibat bencana diperkirakan mencapai lebih dari Rp15,6 triliun, sementara kerugian ekonomi ditaksir sekitar Rp17,9 triliun. Untuk pemulihan menyeluruh melalui rehabilitasi dan rekonstruksi, dibutuhkan anggaran sekitar Rp22,6 triliun.

Baca Juga  Sejumlah Pejabat Baru Dilantik, Dorong Kinerja dan Integritas Aparatur Adhyaksa

Mahyeldi menjelaskan bahwa dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) telah diajukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai acuan resmi pelaksanaan pemulihan. Namun demikian, ia menekankan bahwa dukungan berbagai pihak, termasuk perantau, tetap sangat dibutuhkan untuk meringankan beban masyarakat terdampak.