Opini

Pandji Pragiwaksono: Komedi sebagai Medium Komunikasi Politik

×

Pandji Pragiwaksono: Komedi sebagai Medium Komunikasi Politik

Sebarkan artikel ini
Oleh : Dr. M. A. DALMENDA, M.Si (Dosen Komunikasi Politik, Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP Unand)

Komedi politik Pandji dapat menjadi daya tarik bagi anak muda untuk lebih terlibat dalam politik. Ia menunjukkan bahwa politik tidak harus selalu serius dan membosankan, tetapi juga bisa disampaikan dengan cara yang menghibur dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Setidaknya ini puncak stund up koemedian di Indonesia yang mampu menyedot 10 ribu penonton berbayar dengan tiket di atas Rp 1 juta rupiah. Kehadiran Pandji mendorong terciptanya ruang publik yang lebih terbuka untuk diskusi dan debat tentang isu-isu politik. Ia menantang batasan-batasan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dibicarakan di ruang publik.

Di sisi lain, komedi politik Pandji juga berpotensi memperkuat polarisasi politik di masyarakat. Pesan-pesannya yang seringkali kontroversial dapat memicu konflik dan perpecahan di antara kelompok-kelompok yang berbeda pandangan.

Baca Juga  Akses Transportasi Umum Ke Kawasan Perumahan

Pandji Pragiwaksono adalah contoh bagaimana komedi dapat digunakan sebagai medium komunikasi politik yang efektif. Ia berhasil menarik perhatian publik dan menyampaikan pesan-pesan politiknya dengan cara yang unik dan menghibur. Namun, komedi politiknya juga menuai pro dan kontra, menunjukkan bahwa respon publik sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti ideologi, sensitivitas isu, gaya penyampaian, dan konteks sosial politik.

Kehadiran Pandji memiliki implikasi yang signifikan terhadap wacana politik di Indonesia, baik dalam hal diversifikasi wacana, partisipasi politik anak muda, ruang publik yang lebih terbuka, maupun potensi polarisasi. Penting bagi kita untuk memahami kompleksitas komedi politik dan bagaimana ia dapat mempengaruhi opini publik dan dinamika politik di masyarakat.(***)