Atas dasar temuan tersebut, Puskesmas Situjuah menyarankan agar air dari sinkhole tidak digunakan sebagai air minum secara langsung. Air tersebut wajib melalui proses pengolahan, minimal dengan cara dimasak hingga mendidih, guna mengurangi risiko kesehatan.
“Air ini tidak bisa diminum langsung. Jika tetap ingin dimanfaatkan, harus dimasak terlebih dahulu agar lebih aman,” tegasnya.
Sementara itu, dari sisi tingkat keasaman (pH), air sinkhole masih berada dalam kategori normal, yakni 6,6. Angka tersebut masih sesuai dengan standar pH air minum yang ditetapkan, yaitu antara 6,5 hingga 8,5. Selain itu, kandungan unsur lain seperti mangan dan zat besi juga terdeteksi, namun masih dalam batas aman.
Terkait potensi dampak kesehatan, dr. Silvia menjelaskan bahwa bakteri E.coli dan coliform dapat memicu gangguan saluran pencernaan, khususnya pada individu dengan kondisi tubuh yang lebih sensitif.
“Dampaknya bisa berbeda-beda. Ada orang yang langsung mengalami diare atau mencret karena ususnya sensitif, tapi ada juga yang tidak merasakan keluhan apa pun,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Puskesmas Situjuah mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menggunakan air dari sumber yang belum terjamin kualitas kesehatannya. Pengolahan air yang tepat sebelum dikonsumsi menjadi langkah penting untuk mencegah risiko penyakit yang ditularkan melalui air.(*/zoe)





