Padang, Sindotime—Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Barat dalam rangka percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait. Agenda utama berlangsung di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Selasa (13/1), dan diikuti oleh seluruh kepala daerah kabupaten/kota beserta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) se-Sumatera Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian rapat koordinasi lintas sektor yang difokuskan pada percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa rapat tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan pascabencana, sekaligus melakukan verifikasi lapangan terhadap kondisi riil di daerah setelah pembentukan satuan tugas (satgas) percepatan penanggulangan bencana yang ia pimpin.
Dalam forum tersebut, para kepala daerah di Sumatera Barat menyampaikan berbagai laporan, usulan, serta kebutuhan mendesak daerah masing-masing. Masukan yang disampaikan mencakup pemulihan akses layanan dasar, seperti gangguan distribusi air bersih PDAM, ketersediaan sarana dan prasarana publik, pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM), hingga langkah antisipatif untuk mencegah munculnya kelompok masyarakat miskin baru akibat dampak bencana.
Menanggapi hal tersebut, Mendagri menyatakan pemerintah pusat akan menampung dan menindaklanjuti usulan daerah sebagai wujud sinergi dan kolaborasi dalam mempercepat pemulihan pascabencana, agar upaya rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan tepat sasaran.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan paparan komprehensif terkait kondisi kebencanaan di wilayahnya. Ia menjelaskan secara rinci kronologi kejadian, dampak kerusakan, hingga kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat sejak akhir tahun 2025.






