Padangpariaman

Perkuat Lapisan Tebing, Longsor Puncak Anai Tuntas Ditangani

×

Perkuat Lapisan Tebing, Longsor Puncak Anai Tuntas Ditangani

Sebarkan artikel ini
SELESAI : Longsoran Puncak Anai yang telah selesai dikerjakan BPJN Sumbar. (IG BPJN Sumbar)

Padang Pariaman, Sindotime—Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menyatakan bahwa seluruh rangkaian pekerjaan penanganan longsoran di kawasan Puncak Anai telah diselesaikan dan kini memasuki tahap operasional penuh. Penyelesaian proyek ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam menjaga kelancaran dan keamanan jaringan jalan nasional yang memiliki peran vital sebagai penghubung utama antarwilayah di Sumatera Barat.

Berdasarkan laporan resmi BPJN Sumbar yang dirilis pada Selasa (13/1), kegiatan penanganan difokuskan pada Ruas Jalan Nasional Nomor 06040 yang melayani akses dari Batas Kota Padang Panjang hingga Sicincin. Penanganan dilakukan secara khusus pada segmen KM 61+500 yang terletak di Nagari Guguak, Kecamatan 2×11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, yang sebelumnya menjadi titik rawan akibat kerusakan berat.

Wilayah Puncak Anai diketahui mengalami gangguan serius pascabencana banjir bandang yang menyebabkan longsoran besar dan merusak sebagian badan jalan. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan. Menindaklanjuti situasi darurat tersebut, BPJN Sumbar segera melaksanakan langkah-langkah teknis untuk mengembalikan fungsi dan keamanan ruas jalan nasional tersebut.

Baca Juga  Subsidi PSO KAI dan Krisis Keadilan Transportasi di Padang–Padang Pariaman–Pariaman

Dalam pelaksanaannya, sejumlah pekerjaan struktural telah dituntaskan. Penguatan lereng dilakukan melalui pemasangan sekitar 900 titik soil nailing yang berfungsi sebagai penopang utama stabilitas tanah. Selain itu, permukaan tebing diperkuat dengan lapisan shotcrete atau beton semprot guna mencegah degradasi material akibat pengaruh cuaca dan aliran air. Untuk melindungi bagian bawah lereng, BPJN Sumbar juga membangun struktur batu krib sebagai pengaman terhadap potensi gerusan sungai di sekitar lokasi.

Dengan selesainya seluruh pekerjaan tersebut, kondisi lereng diharapkan menjadi jauh lebih stabil dan mampu menekan risiko terjadinya longsor lanjutan, terutama pada musim hujan dengan curah tinggi. BPJN Sumbar menegaskan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata komitmen dalam memastikan jalan nasional tetap aman, andal, dan berfungsi optimal bagi masyarakat.

Baca Juga  Lebih Dari 17 Ribu Kendaraan Manfaatkan Tol Padang-Pekanbaru

Selain penanganan lereng, kegiatan ini turut mencakup perbaikan kualitas perkerasan jalan serta peningkatan fasilitas keselamatan lalu lintas. Dengan infrastruktur yang kini lebih kuat dan tertata, ruas Padang–Bukittinggi diharapkan dapat memberikan layanan transportasi yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh pengguna jalan. (*/zoe)