Bukittinggi, Sindotime—Gunung Marapi di Sumbar kembali menunjukkan peningkatan aktivitas signifikan. Laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut, tersebut mengalami erupsi pada Rabu pagi, (14/1), tepatnya pukul 09.36 WIB.
Pengamatan visual yang dilakukan oleh Pos Pengamatan Gunung Marapi mencatat bahwa letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 1.600 meter dari puncak gunung, sehingga mencapai elevasi kurang lebih 4.491 meter di atas permukaan laut. Kolom abu tampak berwarna kelabu pekat dengan arah sebaran condong ke wilayah timur laut.
Petugas Pengamatan Gunung Marapi, Ahmad Rifandi, menjelaskan bahwa hingga laporan disampaikan, aktivitas erupsi masih terus berlangsung. Kondisi tersebut menandakan adanya dinamika vulkanik yang masih aktif dan berpotensi berkembang.
Menindaklanjuti kejadian ini, PVMBG mengeluarkan sejumlah imbauan dan rekomendasi keselamatan kepada masyarakat. Seluruh warga yang bermukim di sekitar Gunung Marapi, termasuk pendaki, wisatawan, dan pengunjung, dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi, khususnya di sekitar Kawah Verbeek yang menjadi zona berbahaya.
Selain itu, PVMBG menekankan kewaspadaan tinggi bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang lembah, alur sungai, dan daerah hilir yang berhulu di Gunung Marapi. Dengan kondisi curah hujan yang masih tinggi, potensi terjadinya aliran lahar dingin atau banjir lahar dinilai meningkat dan dapat membahayakan keselamatan warga.
Jika terjadi hujan abu di kawasan permukiman, masyarakat disarankan segera menggunakan masker atau pelindung pernapasan untuk menghindari dampak kesehatan, terutama gangguan pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).





