Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, menekankan bahwa tes atlet merupakan fase krusial dalam sistem pembinaan prestasi. Ia menilai bahwa atlet yang lolos ke Pelatda harus benar-benar memenuhi standar kesiapan secara menyeluruh, mencakup aspek kesehatan, mental, dan fisik, sehingga proses pembinaan selanjutnya dapat berjalan optimal.
Pelaksanaan tes Pelatprov 2026 melibatkan tim terpadu yang terdiri dari unsur KONI Sumbar, Universitas Negeri Padang, serta tenaga kesehatan profesional, dengan dukungan fasilitas laboratorium dan sarana olahraga FIK UNP. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyatakan komitmen penuh terhadap pelaksanaan pembinaan berbasis data tersebut. Ia menegaskan bahwa pendekatan ilmiah menjadi kunci agar pembinaan lebih tepat sasaran dan berorientasi prestasi.
Menurut Hamdanus, pembinaan atlet harus dijalankan secara sistematis, terencana, dan berkelanjutan agar atlet Sumatera Barat memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat nasional maupun ajang prestasi yang lebih tinggi.(*/zoe)





