Pesisir Selatan

Warga Lubuk Betung Resah, Harimau Mangsa Ternak

×

Warga Lubuk Betung Resah, Harimau Mangsa Ternak

Sebarkan artikel ini
CEK LAPANGAN : Tim BKSDA Resor Pesisir Selatan bersama personel kepolisian dan masyarakat meninjau lokasi sapi yang diterkam harimau di Nagari Lubuk Betung, Kecamatan Airpura. (BKSDA)

Pessel, Sindotime-Aktivitas warga di Nagari Lubuk Betung, Kecamatan Airpura, Kabupaten Pesisir Selatan, terganggu setelah seekor harimau liar diduga memangsa ternak milik masyarakat di kawasan perkebunan kelapa sawit. Kejadian tersebut terungkap setelah seekor sapi milik Buya (65) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka serius di sekujur tubuhnya, Rabu (14/1) pagi.

Bangkai sapi itu pertama kali diketahui oleh warga yang hendak menuju kebun sekitar pukul 07.00 WIB. Lokasi penemuan berada di area perkebunan sawit yang selama ini menjadi jalur aktivitas masyarakat setempat. Saat ditemukan, kondisi ternak sudah rusak parah, dengan ekor terputus serta bekas luka gigitan di bagian leher dan belakang tubuh yang masih mengeluarkan darah.

Buya menjelaskan, di sekitar bangkai sapi juga ditemukan jejak kaki harimau yang cukup jelas di tanah. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa sapi tersebut menjadi korban serangan satwa liar yang keluar dari habitat alaminya.

Baca Juga  Gelapkan 20 Ton Minyak Sawit, Sopir Tangki CPO Ditangkap di Batam

Insiden ini memicu kekhawatiran di kalangan warga, khususnya mereka yang menggantungkan hidup dari aktivitas berkebun. Jalur tempat kejadian diketahui sering dilalui masyarakat setiap hari, sehingga keberadaan harimau dinilai berpotensi mengancam keselamatan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Kabupaten Pesisir Selatan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Kepala Resor BKSDA Pessel, Novtiwarman, membenarkan adanya serangan harimau terhadap ternak warga berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan.

Menurutnya, ciri-ciri luka pada bangkai sapi serta keberadaan jejak kaki di sekitar lokasi menunjukkan karakteristik serangan harimau. Sebagai langkah pengamanan awal, pihak BKSDA mengimbau masyarakat untuk sementara menghentikan aktivitas di area perkebunan sawit serta tidak melepas ternak di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga  Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Berharap Ruas Jalan Pasar Baru-Alahan Panjang Segara Dituntaskan

“Bangkai ternak kami musnahkan dengan cara dibakar agar harimau tidak kembali ke lokasi tersebut,” ujar Novtiwarman, Kamis (15/1). Ia juga meminta warga tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.