Headline

Truk Angkut Batu Bara Rebah Kuda, Arus Lalu Lintas Padang-Solok Macet

×

Truk Angkut Batu Bara Rebah Kuda, Arus Lalu Lintas Padang-Solok Macet

Sebarkan artikel ini
REBAH : Truk pengangkut batu bara yang mengalami rebah kuda di Panorama I, Sitinjaulauik, Kota Padang, Jumat (16/1). (Ditlantas Polda Sumbar)

Padang, Sindotime—Arus kendaraan di jalur utama Padang–Solok sempat tersendat pada Jumat sore, (16/1), menyusul terjadinya kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah truk pengangkut batu bara. Insiden tersebut terjadi di kawasan Panorama I Sitinjaulauik, tepatnya di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubukkilangan, Kota Padang, sekitar pukul 16.00 WIB.

Truk bermuatan berat itu mengalami kondisi “rebah kuda” hingga posisi badan kendaraan melintang di jalan. Akibatnya, sebagian besar ruas jalan tertutup dan menyebabkan lalu lintas dari arah Padang menuju Solok maupun sebaliknya tidak dapat melintas secara normal. Antrean kendaraan pun tidak terhindarkan dari kedua arah.

Peristiwa ini dibenarkan oleh Ps Kanit 2 Sitatib Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sumbar, Iptu Jamaluddin. Ia menjelaskan bahwa posisi truk yang terbalik menjadi faktor utama terhambatnya arus lalu lintas di lokasi kejadian. “Satu unit truk pengangkut batu bara mengalami rebah kuda dan menghalangi badan jalan, sehingga arus lalu lintas terganggu,” ujarnya.

Baca Juga  Kasus Pembunuhan Berantai Satria Juanda di Batang Anai Dilimpahkan ke Kejaksaan

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar langsung melakukan langkah penanganan di lapangan. Petugas berkoordinasi dengan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) untuk menyiapkan proses evakuasi truk, mengingat kendaraan tersebut memiliki muatan berat dan membutuhkan peralatan khusus untuk pemindahan.

Iptu Jamaluddin menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan evakuasi dapat dilakukan secepat mungkin agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses evakuasi berjalan cepat dan aman,” jelasnya.

Baca Juga  Korban Jiwa Bencana Sumbar Bertambah Jadi 151 Orang, 118 Orang Hilang, Kerugian Nyaris Tembus Rp 1 Triliun

Sementara itu, hingga proses pemindahan kendaraan selesai, petugas kepolisian masih melakukan pengaturan lalu lintas secara manual untuk mencegah kemacetan semakin parah. Pengguna jalan yang melintasi kawasan Panorama I Sitinjaulauik diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan petugas, serta bersabar selama proses penanganan berlangsung. (*/zoe)