Limapuluh Kota

Pengedar Sabu dan Ganja di Napar Diringkus Polisi

×

Pengedar Sabu dan Ganja di Napar Diringkus Polisi

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI : Peredaran narkoba yang kini kian mengkhawatirkan.(bnnp kepri)

Payakumbuh, Sindotime—Aparat Kepolisian Resor Payakumbuh melalui Satuan Reserse Narkoba kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayahnya. Dalam operasi yang digelar pada Rabu (14/1) di Kelurahan Napar, petugas berhasil mengamankan dua pria yang diduga kuat terlibat sebagai pengedar narkoba jenis sabu dan ganja.

Dua pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial AM (34) dan RJ (42). Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa sabu dengan total berat 1,55 gram serta ganja kering seberat 350 gram.

Kasat Narkoba Polres Payakumbuh, AKP Hendra, mewakili Kapolres AKBP Ricky Ricardo, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya yang telah lebih dulu menyeret dua tersangka lain, yakni SY dan JI. Dalam pemeriksaan, diketahui bahwa AM diduga berperan sebagai pemasok ganja kepada kedua tersangka tersebut.

Baca Juga  Polda Sumbar Tingkatkan Tekanan terhadap Jaringan Narkotika Lintas Provinsi

“Berdasarkan hasil penyelidikan, AM menjadi target utama karena diduga menyuplai ganja kepada tersangka yang sebelumnya kami amankan. Saat dilakukan penelusuran ke sebuah rumah di Napar, petugas mendapati AM tidak sendirian, melainkan bersama RJ,” terang AKP Hendra.

Penggeledahan yang dilakukan di lokasi membuahkan hasil. Polisi menemukan lima paket sabu yang telah dikemas siap edar dengan berat total 1,55 gram. Barang haram tersebut disembunyikan oleh RJ di dalam kotak rokok merek Dji Sam Soe. Sementara itu, dari tangan AM, petugas menyita ganja kering seberat 350 gram yang disimpan dalam plastik kresek berwarna putih.

Baca Juga  Pendataan Kerugian Bencana di Limapuluh Kota Terus Dikebut

Lebih lanjut, AKP Hendra mengungkapkan bahwa pembagian sabu ke dalam beberapa paket kecil dan menengah mengindikasikan RJ tidak hanya sebagai pengguna, melainkan kuat dugaan berperan sebagai pengedar. Saat ini, penyidik masih mendalami keterkaitan keduanya dengan jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain serta jalur distribusi narkoba yang mereka gunakan,” ujarnya.