Ketiadaan bus atau angkutan umum di desa dan sekitar permukiman penduduk inilah yang menjadi akar masalah. Akibatnya, siswa tiba di sekolah dalam kondisi sangat lelah dan sering terlambat. Kelelahan fisik ini lantas berlanjut menjadi rasa kantuk dan ketidakfokusan saat jam pelajaran berlangsung, sehingga menghambat proses belajar mereka dan mengancam capaian pendidikan mereka secara keseluruhan.
Untuk mengatasi tantangan mobilitas, telah dioperasikan layanan angkutan sewa kendaraan (bus) yang dikhususkan sebagai transportasi sekolah. Layanan ini dirancang secara spesifik untuk mengantar dan menjemput siswa sekolah dasar (SD).
Saat ini, program tersebut didukung oleh tujuh unit bus yang secara eksklusif melayani siswa SD sebagai penerima manfaat utama (Pemkab. Pakpak Bharat, 2025). Dengan adanya fasilitas ini, kendala keterlambatan dapat diatasi, dan anak-anak kini dapat tiba di sekolah tepat waktu dengan kondisi yang lebih siap dan prima untuk belajar.
Saat ini, tujuh unit bus sekolah telah dioperasikan dan didistribusikan untuk melayani rute-rute penting yang secara efektif menghubungkan permukiman siswa dengan sekolah mereka. Pembagian rute layanan tersebut diatur sebagai berikut. Tiga unit bus dikhususkan untuk melayani Rute Prongil, yang menjangkau area dari Prongil Julu menuju SDN 0359444 Prongil Jehe.
Selanjutnya, dua unit bus dialokasikan untuk melayani Rute Kuta Kacip, yang menghubungkan Kuta Kacip dengan SDN 034816 Jambu Mbellang. Sementara itu, sisa armada yaitu dua unit bus lainnya digunakan untuk melayani Rute Perduhapen – Kerajaan, yang bergerak dari Desa Perduhapen menuju SDN 03435 Kerajaan.
Pembagian armada bus sekolah ini tidak dilakukan secara acak, melainkan merupakan penyesuaian yang strategis dan cermat, yang secara spesifik dirancang untuk memastikan bahwa area-area dengan kebutuhan mobilitas pelajar tertinggi di wilayah tersebut dapat terlayani secara optimal dan merata, sehingga program ini memberikan dampak maksimal dalam memudahkan akses pendidikan.




