Pemprov Sumbar, lanjutnya, terus mendorong percepatan dan optimalisasi fasilitasi sertifikasi halal agar kuota yang tersedia dapat terserap maksimal. Proses yang cepat, tertib, dan transparan diharapkan mampu memberikan manfaat konkret bagi UMK serta memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai salah satu daerah unggulan dalam pengembangan ekosistem halal nasional.
Minang Halal Fest 2026 juga dirancang sebagai wadah promosi dan edukasi halal lifestyle yang melibatkan berbagai unsur, seperti pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat umum. Selama tiga hari pelaksanaan, beragam agenda digelar, antara lain simposium, bazar produk halal, kompetisi, dan talkshow, yang bertujuan meningkatkan literasi halal serta mendorong pertumbuhan UMK berbasis syariah dan ekonomi umat.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya optimalisasi fungsi masjid. Ia menilai masjid tidak hanya berperan sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat literasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan keuangan syariah berbasis komunitas. Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan Pemprov Sumbar dalam memperkuat ekonomi nagari dan pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Sementara itu, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Rifki Ismal, menyampaikan bahwa Bank Indonesia mendukung penuh upaya penguatan peran Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi sebagai pusat aktivitas ekonomi dan keuangan syariah. Dukungan tersebut mencakup penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kualitas pengelolaan, serta pengembangan kawasan masjid sebagai pusat ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan.
Rifki berharap Minang Halal Fest 2026 dapat menjadi ruang kolaborasi strategis sekaligus langkah konkret dalam memperluas literasi dan implementasi ekonomi syariah, tidak hanya bagi masyarakat Sumatera Barat, tetapi juga memberikan kontribusi bagi penguatan ekonomi syariah di tingkat nasional.(*/zoe)





