Padang

15 Pelaku Tawuran Plus 6 Motor Balap Liar Diamankan Timsus Bravo

×

15 Pelaku Tawuran Plus 6 Motor Balap Liar Diamankan Timsus Bravo

Sebarkan artikel ini
DIAMANKAN : Belasan pelaku tawuran, senjata tajam, hingga pelaku narkoba ketika diamankan Timus Bravo Polresta Padang saat patroli. (Timsus Bravo Polresta Padang)

Padang, Sindotime—Patroli intensif selama delapan jam penuh digelar Satuan Tim Khusus (Timsus) Bravo Polresta Padang pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 17–18 Januari. Operasi ini difokuskan untuk menekan aksi tawuran remaja dan balap liar yang belakangan meresahkan masyarakat.

Dalam patroli tersebut, aparat berhasil mengamankan 15 remaja yang diduga terlibat tawuran di dua titik rawan, yakni Kecamatan Lubukbegalung dan Kecamatan Kototangah. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah senjata tajam serta kendaraan bermotor.

Komandan Timsus Bravo Polresta Padang, Ipda Hidayatul Akmal, menjelaskan bahwa kegiatan dimulai sejak pukul 20.30 WIB hingga berakhir pukul 04.30 WIB. Patroli skala besar ini melibatkan 30 personel gabungan dari Timsus Bravo Polresta Padang dan Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polda Sumatera Barat.

Baca Juga  Pentingnya Peran Pimpinan dalam Memantau Capaian Kinerja secara Berkala

Menurutnya, tindakan kepolisian dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat yang merasa terancam dengan maraknya rencana dan aksi tawuran di sejumlah wilayah. “Penindakan kami dasarkan pada informasi warga yang merasa terganggu dengan aktivitas kelompok remaja yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Penangkapan pertama dilakukan di Jalan Paraklaweh, Kecamatan Lubukbegalung, sekitar pukul 22.20 WIB. Berdasarkan informasi masyarakat, petugas mendapati sekelompok remaja yang diduga tengah bersiap melakukan tawuran. Dari lokasi tersebut, delapan remaja berhasil diamankan.

Baca Juga  41 Kasus Narkoba Terungkap, 43 Tersangka Diringkus Sepanjang 2025

Kedelapan remaja tersebut berinisial MAIP (15), AAM (13), JSA (12), MAM (12), MI (14), YA (13), CS (15), dan HK (18). Mereka berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga remaja yang tidak lagi bersekolah.

Dalam pengamanan tersebut, polisi menyita sejumlah senjata tajam berupa celurit dan samurai pendek yang diduga akan digunakan dalam bentrokan. “Penyitaan ini dilakukan untuk mencegah potensi korban jiwa maupun luka serius akibat aksi tawuran,” kata Ipda Hidayatul Akmal.