Taheran, Sindotime-Indikasi kemungkinan aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran kian menguat. Ini setelah Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran pejabat tinggi pemerintahannya. Situasi tersebut mendorong Teheran untuk segera mengaktifkan jalur diplomatik dengan negara-negara mitra strategisnya, salah satunya Tiongkok.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan komunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, melalui sambungan telepon pada Kamis (15/1). Dalam pembicaraan itu, pemerintah Tiongkok menyatakan kesediaannya untuk mengambil peran “konstruktif” guna meredakan ketegangan dan mencari solusi damai atas konflik yang berkembang.
Dalam kesempatan tersebut, Araghchi menyampaikan pandangan pemerintah Iran bahwa gelombang demonstrasi di dalam negeri dipicu oleh intervensi dan provokasi dari pihak asing. Meski demikian, ia menegaskan kondisi keamanan di Teheran telah kembali terkendali. Iran, lanjutnya, juga telah menyiapkan langkah-langkah responsif apabila terdapat campur tangan eksternal yang mengancam kedaulatan negara.
Teheran berharap Beijing dapat meningkatkan keterlibatannya dalam menjaga stabilitas kawasan dan berkontribusi lebih besar terhadap perdamaian global. Menanggapi hal tersebut, Wang Yi menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah Iran memiliki kapasitas untuk mengelola tantangan domestik serta mempertahankan stabilitas nasional.
Komunikasi diplomatik ini berlangsung tak lama setelah Presiden Trump mengeluarkan peringatan keras, termasuk ancaman penggunaan kekuatan militer, apabila pemerintah Iran dinilai terus melakukan tindakan represif terhadap para demonstran. Sebagai bagian dari peningkatan kesiapan militer, Washington dilaporkan telah mengalihkan gugus tempur kapal induknya dari Laut China Selatan menuju kawasan Timur Tengah.





