Padang, Sindotime—Kepastian penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Juni–Juli 2026 belum sepenuhnya diikuti kepastian partisipasi seluruh daerah. Kondisi ini memunculkan kebijakan khusus dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat untuk melindungi kepentingan atlet.
KONI Sumbar membuka peluang bagi atlet yang daerah asalnya tidak ambil bagian dalam Porprov agar tetap bisa bertanding dengan membela kabupaten atau kota lain, selama atlet tersebut tercatat sebagai pemegang KTP Sumatera Barat. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah antisipatif agar atlet tidak kehilangan panggung kompetisi akibat persoalan administratif dan minimnya respons pemerintah daerah.
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa Porprov harus tetap menjadi ruang kompetitif bagi atlet, bukan menjadi korban dari ketidaksiapan daerah. Ia menilai tidak adil jika atlet yang telah menjalani pembinaan bertahun-tahun justru kehilangan kesempatan bertanding karena daerahnya memilih absen. Oleh karena itu, KONI memberi kelonggaran bagi atlet untuk mencari daerah alternatif sebagai tempat bertanding.
“Selagi ber-KTP Sumatera Barat, silakan turun di Porprov. Jika daerahnya tidak ikut, boleh membela daerah lain,” ujar Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus.
Dampak kebijakan tersebut mulai terasa pada sejumlah atlet unggulan Sumatera Barat. Salah satunya datang dari cabang olahraga teqball. Zikrha Dwi Putri, atlet asal Kota Pariaman yang meraih medali perak pada SEA Games 2025, menyatakan kekecewaannya jika Porprov kembali gagal dimanfaatkan sebagai ajang pembuktian prestasi.
Menurutnya, Porprov memiliki peran strategis sebagai sarana menjaga performa dan jam terbang atlet, sekaligus etalase hasil pembinaan daerah. Ia mengaku siap membela daerah lain apabila Pariaman memutuskan tidak ikut serta, meski hingga kini belum ada daerah yang secara resmi menghubunginya.
Fenomena serupa juga mengemuka di cabang olahraga sepatu roda. Sejumlah atlet potensial asal Kota Pariaman dikabarkan telah menyatakan kesiapan untuk memperkuat daerah lain apabila daerah asal mereka tidak berpartisipasi. Di antaranya adalah Salsabila Ghina Fitri, peraih medali emas BK PON Aceh–Sumut, serta Hana Fatihatul Aulia, Dafa Muhammad Alfauzen, dan Dimmy Nobel Alhamdi yang masing-masing meraih medali perak dan perunggu pada ajang tersebut.





