Agam, Sindotime—Pemulihan konektivitas wilayah pascabencana banjir bandang dan galodo di Kabupaten Agam menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah ruas yang sempat terputus kini mulai kembali terhubung seiring percepatan pembangunan jembatan darurat oleh Kodim 0304/Agam bersama satuan Zeni Tempur (Zipur) TNI di beberapa lokasi strategis.
Salah satu jembatan darurat jenis armco di Kecamatan Malalak telah lebih dulu difungsikan dan kini menjadi jalur utama mobilitas warga. Sementara itu, di kawasan sekitar Danau Maninjau, progres pembangunan jembatan darurat bervariasi, dengan capaian rata-rata antara 60 hingga 85 persen, tergantung lokasi dan jenis konstruksi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat merupakan prioritas utama untuk membuka isolasi nagari serta mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Menurut Rahmad, satu unit jembatan armco di Salimpauang, Kecamatan Malalak, telah selesai dikerjakan dan resmi digunakan masyarakat sejak Jumat lalu. Jembatan tersebut menjadi yang tercepat rampung dibanding titik lainnya.
Untuk jembatan darurat jenis bailey, proses pengerjaan masih berlangsung di tiga lokasi. Di Anakaia Taganang, Kecamatan Matur, pembangunan jembatan sepanjang 33 meter baru mencapai sekitar 20 persen. Proyek ini dikerjakan oleh Yonzikon 12/KJ bersama Yon TP 897/SGL.
Perkembangan lebih signifikan terlihat di Sungairangeh, Bayur, Kecamatan Tanjungraya. Jembatan bailey sepanjang 39 meter di lokasi ini telah mencapai progres sekitar 75 persen dengan pelaksana pekerjaan yang sama, yakni Yonzikon 12/KJ dan Yon TP 897/SGL.





