Sementara itu, pembangunan jembatan bailey di Kubu Sarunai, Kecamatan Canduang, masih berada pada tahap awal. Jembatan sepanjang 25 meter tersebut baru mencapai progres sekitar 9,8 persen dan dikerjakan secara kolaboratif oleh Yonzikon 12/KJ, Yon TP 897/SGL, serta Denzipur 2/PS.
Berbeda dengan bailey, pembangunan jembatan armco dinilai lebih cepat. Di Sungairangeh Bayur, Kecamatan Tanjungraya, jembatan armco sepanjang 33 meter kini telah mencapai progres 80 persen dan dikerjakan oleh Zidam XX/TIB bersama Yon TP 896/SP.
Di Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, jembatan armco sepanjang 13 meter bahkan sudah hampir selesai dengan progres 85 persen. Proyek ini dilaksanakan oleh Zidam XX/TIB dan Yon TP 897/SGL.
Adapun jembatan armco di Salimpauang, Kecamatan Malalak, sepanjang 24 meter, telah rampung sepenuhnya. Dengan progres 100 persen, jembatan ini diresmikan penggunaannya pada Jumat (16/1) dan dibangun oleh Zidam XX/TIB bersama Yon TP 896/SP.
Selain itu, pembangunan jembatan armco di Kampung Jambu, Kecamatan Tanjungraya, sepanjang 24 meter, kini telah mencapai progres 63 persen dan masih terus dikejar penyelesaiannya oleh Zidam XX/TIB dan Yon TP 897/SGL.
Rahmad menegaskan, BPBD Agam bersama unsur TNI dan instansi terkait terus melakukan pengawasan dan evaluasi di lapangan guna memastikan seluruh jembatan darurat dibangun sesuai standar keselamatan dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Ia berharap, rampungnya seluruh jembatan darurat tersebut dapat memulihkan kembali akses transportasi, memperlancar distribusi logistik, serta menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Di sisi lain, kondisi keamanan dan lingkungan di wilayah terdampak Kecamatan Tanjungraya dilaporkan mulai stabil. Warga Sungaibatang, Rudi Yudistira, menyebutkan bahwa dalam dua pekan terakhir tidak terjadi bencana susulan yang signifikan.





