Pihak pelaksana proyek diminta secara aktif melakukan pemeliharaan rutin terhadap jalan eksisting, termasuk penambalan lubang, pencegahan genangan air, serta mitigasi potensi longsor. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menjaga keselamatan pengguna jalan selama kendaraan masih harus melewati jalur lama.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Flyover Sitinjaulauik merepresentasikan komitmen negara dalam meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi yang berorientasi pada keselamatan dan keberlanjutan. Dengan pengawasan berkelanjutan dari Kementerian PU, flyover ini diharapkan mampu menurunkan tingkat risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan standar pelayanan jalan di salah satu titik paling kritis di lintas Sumatera Barat.(*/zoe)






