Padang Pariaman, Sindotime—Upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di kawasan Muaro Sunua, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, akhirnya membuahkan hasil. Korban bernama Dedy Fernando (44) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Rabu sore, 21 Januari.
Penemuan jasad korban terjadi sekitar pukul 15.52 WIB. Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menjelaskan bahwa lokasi penemuan berada di titik koordinat 0° 40’31.72″ Lintang Selatan dan 100° 9’31.75″ Bujur Timur. Jaraknya relatif dekat, yakni kurang lebih 100 meter dari titik terakhir korban diketahui berada atau Last Known Position (LKP).
Menurut Hendri, korban ditemukan setelah tim menerapkan metode pencarian penyisiran sejajar atau Parallel Sweep Search. Setelah proses evakuasi dilakukan, jenazah Dedy Fernando langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Pariaman untuk penanganan lebih lanjut.
“Korban atas nama Dedy Fernando ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan menggunakan metode penyisiran sejajar (Parallel Sweep Search). Setelah berhasil ditemukan, tim langsung mengevakuasi korban ke RSUD Kota Pariaman,” ujar Hendri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/1) sore.
Peristiwa ini berawal sehari sebelumnya, Selasa, 20 Januari. Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, Dedy berangkat dari kediamannya di Sunur Barat, Kecamatan Nan Sabaris, sekitar pukul 03.00 WIB untuk menjaring ikan di perairan Muaro Sunua. Aktivitas terakhir korban masih sempat terlihat oleh warga sekitar pada pukul 07.00 WIB. Namun setelah itu, korban tidak lagi tampak di lokasi.
Kekhawatiran warga meningkat setelah ditemukan sepeda motor serta celana milik korban tertinggal di daratan sekitar area muara. Masyarakat setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun tidak menemukan hasil. Laporan resmi kemudian disampaikan kepada pihak berwenang melalui Harry, anggota Pramuka Saka SAR, pada pukul 15.07 WIB.






