Internasional

Redam Perselisihan Greenland, Mark Rutte Desak Persatuan Arktik Lawan Tiongkok dan Rusia

×

Redam Perselisihan Greenland, Mark Rutte Desak Persatuan Arktik Lawan Tiongkok dan Rusia

Sebarkan artikel ini
TEGAS : Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte saat memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu.(ist)

Davos, Sindotime-Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyerukan penguatan solidaritas negara-negara di kawasan Arktik guna menghadapi meningkatnya aktivitas dan pengaruh Rusia serta Tiongkok. Seruan tersebut disampaikan Rutte dalam forum internasional yang digelar di sela-sela World Economic Forum di Davos, Swiss, Rabu (21/1).

Dalam pernyataannya, Rutte menekankan bahwa Arktik kini menjadi kawasan strategis yang memerlukan perhatian serius dari NATO, mengingat dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Ia menyebut bahwa keamanan wilayah tersebut tidak hanya penting bagi Eropa, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap kepentingan Amerika Serikat.

Rutte menjelaskan bahwa terdapat delapan negara yang secara geografis berbatasan langsung dengan kawasan Arktik. “Ada delapan negara yang berbatasan dengan Arktik,” katanya dikutip dari South China Morning Post pada (22/1).

Dari jumlah tersebut, tujuh negara merupakan anggota NATO, yakni Finlandia, Swedia, Norwegia, Denmark, Islandia, Kanada, dan Amerika Serikat. Sementara itu, Rusia menjadi satu-satunya negara Arktik yang berada di luar aliansi pertahanan tersebut.

Selain Rusia, Rutte juga menyoroti peran Tiongkok yang meski tidak memiliki garis pantai Arktik, dinilai semakin aktif dan menunjukkan kepentingan strategis di kawasan itu. Menurutnya, keterlibatan Beijing menambah tantangan baru bagi stabilitas regional.

Dalam konteks tersebut, Rutte menilai pandangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai pentingnya pertahanan Arktik sebagai hal yang tepat. Namun, ia memilih tidak menanggapi secara langsung isu sensitif terkait wacana akuisisi Greenland yang sempat mencuat sebelumnya.