Dia mencontohkan, seperti dalam suatu acara misalnya, datang sawer ke depan meminta dirinya untuk membawakan lagu Rozac Tanjung, spontan dirinya menolak dengan mengatakan, “bawa lagi duitnya bang, kita tidak membawa lagu beliau, sejak somasi pertama dilayangkan,” katanya menirukan.
Terkait pencemaran nama baik atau hujatan-hujatan dari netizen yang terjadi kepada Rozac Tanjung, dia menilai, hujatan netizen yang ada itu sifatnya demokrasi. “Apapun yang terjadi di Indonesia, hidup di Indonesia ini, baik buruk ujaran kebencian itu, itu kan demokrasi. Secara mental, tergantung kita, apakah menerima atau tidak,” sebutnya.
Namun terkait permintaan maaf, dirinya menegaskan, sebagai nan ketek, dirinya tantu tahu kato nan ampek. “Kalau seandainya ada kata-kata atau prilaku saya yang bakalabiahan, ambo minta maaf,” akunya.
Menurutnya, mediasi ini dilakukan adalah untuk mengurangi persoalan yang ada. Dan kalau pun dirinya membuat video klarifikasi lagi di medsos, itu menurutnya justru akan menimbulkan permasalahan lagi. “Beliau (Rozac Tanjung) selamat, kita yang kena (hujat dari netizen),” sebutnya.
Jadi menurutnya, cara yang terbaik itu adalah dengan menghapus postingan tersebut. Dan mendiamkan postingan tersebut. Dan itu sudah dia dilakukan. “Ketika itu sudah saya lakukan, ternyata reda, cuma di saya. Tapi di yang lain (Fauzana dan Vicky Koga) dia tidak tahu,” katanya.


