Di mana, ada rapat penetapan harga, satu tahun dua kali dilakukan. “Sesunguhnya mereka (incasi raya) kena dengan plasma Incasi Raya yaitu koperasi takwa, sebab dalam catatan laporan koperasi takwa kepada pemerintah luasnya 1.000 hektare, padahal riilnya di lapangan hanya 283 hektare, sesuai laporannya ke pada anggotanya yang jumlahnya sebanyak 281 orang,” sebutnya.
Menutnya, yang 1.200 hektare itu, berada di koperasi Bina Warga (KSU) yang berlokasi di Kudo-kudo Inderapura. Dan tenyata, sampai saat ini, yang bisa dikatakan plasma secara resmi dilaporkan hanya 481 hektare, padahal yang layak disebut kebun itu tidak sampai 100 hektare.
“Jadi kami mohon, jalan keluarnya, ukur lahan Incasi Raya, kemudian tinjau plasma, yang dikatakan plasma oleh Incasi Raya, layak apa tidaknya, kemudian ukur plasmanya, jelas. Kalau 17.400 ternyata HGU nya plasmanya 2.200 hektare, alhamdulillah. Tapi sepanjang pengetahuan kami dan kami sering ke lokasi itu hanya 283 hektare dan 481 hektare,” tegasnya.
Proses ini masih berlangsung, kita mohon kepada masyarakat yang hadir, terutama dari IBB agar bersabar. Insya allah kami akan selalu melanjutkan apa yang telah dimulai ini
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Epi Yandri Rajo Budiman dan jajaran Komisi II DPRD Sumbar yang menyambut rombongan menyebut, pihaknya mendorong agar DPRD di Pessel membuat Pansus. Dan pihaknya di provinsi akan berkoordinasi selalu dengan DPRD Pessel.
Selain itu, pihaknya juga akan meagendakan akan melakukan rapat dengan Kementerian ATR Senin sekitar pukul 10.00 nanti. Lalu dilanjutkan dengan KAN Pessel pada pukul 13 siang serta dengan Incasi Raya pada pukul 16.00 sore.


