Bukittinggi, Sindotime-Sebagai bentuk komitmen menghadirkan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi secara resmi meluncurkan Lembaga Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Umat (PKPEU). Peresmian lembaga ini berlangsung pada Jumat (23/1), bertempat di Aula Lantai III Gedung Kharuddin Yunus FEBI.
Peluncuran PKPEU tidak hanya menjadi seremoni kelembagaan, tetapi juga dirangkai dengan diskusi publik yang mengangkat tema “Membangun Ketahanan Ekonomi Umat di Negeri Rawan Bencana”. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si, serta melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari perwakilan lembaga perbankan hingga unsur Pemerintah Kota Bukittinggi.
Dalam forum diskusi tersebut, Prof. Dr. Silfia Hanani menegaskan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan antar berbagai pihak. Menurutnya, kehadiran PKPEU diharapkan mampu menjadi penggerak sinergi antara akademisi, pemerintah, dan sektor ekonomi dalam merespons tantangan sosial-ekonomi masyarakat.
Ia juga menyoroti kondisi Sumatera Barat yang merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Dalam situasi tersebut, penguatan ketahanan ekonomi umat menjadi agenda strategis agar masyarakat tetap mampu bertahan dan bangkit pascabencana. Kolaborasi lintas sektor dinilai sebagai kunci untuk menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Dekan FEBI UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Dr. Aidil Alfin, M.Ag, menyampaikan bahwa PKPEU dirancang sebagai ruang kajian sekaligus aksi nyata dalam pengembangan ekonomi umat. Lembaga ini diharapkan dapat menjadi pusat riset, pendampingan, dan rekomendasi kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.(*/zoe)






