Padang, Sindotime-Memasuki awal tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali mengintensifkan langkah-langkah peningkatan keselamatan, khususnya di area perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan. Fokus utama kegiatan ini adalah membangun kesadaran pengguna jalan melalui edukasi langsung serta penguatan kepedulian sosial sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kereta api.
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menjelaskan bahwa sepanjang awal tahun 2026 pihaknya telah melaksanakan sosialisasi keselamatan di empat perlintasan sebidang strategis. Lokasi tersebut meliputi perlintasan Km 11+500 petak jalan Padang–Tabing, serta perlintasan Km 42+8/9, Km 43+800, dan Km 45+5/6 pada lintas Stasiun Lubuk Alung–Stasiun Kayutanam.
Kegiatan sosialisasi dilakukan secara langsung di lapangan dengan menyasar pengguna jalan yang melintas. Petugas memberikan imbauan keselamatan menggunakan pengeras suara, memasang spanduk edukatif, serta membagikan stiker dan suvenir yang memuat pesan keselamatan. Melalui pendekatan ini, masyarakat diingatkan untuk selalu mengutamakan perjalanan kereta api serta meningkatkan kewaspadaan saat melewati perlintasan sebidang.
Tidak hanya berfokus pada edukasi, KAI Divre II Sumbar juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada para penjaga perlintasan. Bantuan tersebut diberikan baik kepada petugas resmi maupun penjaga perlintasan sukarela dari masyarakat yang selama ini turut berperan aktif dalam membantu pengamanan jalur kereta api.
Reza menambahkan, selama tahun 2025 KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan sebanyak 128 kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Kegiatan tersebut dilakukan tidak hanya di perlintasan sebidang, tetapi juga di sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional perkeretaapian. Memasuki tahun 2026, program sosialisasi ini dijadwalkan berlangsung secara rutin setiap minggu dengan lokasi perlintasan yang terus bergantian.






