Padang Pariaman, Sindotime-Pemerintah pusat terus berupaya mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di Sumatera Barat. Salah satunya dengan dilakukannya peresmian sekaligus penyerahan kunci Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana, yang dipusatkan di kawasan Huntara Kayu Pasak, Nagari Salareh Aie, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu (24/1).
Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengarah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas, Kepala BNPB RI sebagai Wakil Ketua Satgas, Wakil Kepala BPS, Gubernur Sumatera Barat, Kapolda Sumbar, Pangdam I/Bukit Barisan, serta Danrem 032/Wirabraja.
Selain dilaksanakan secara luring di Kabupaten Agam, peresmian dan penyerahan kunci Huntara juga dilakukan secara serentak melalui daring di sejumlah daerah lainnya. Di Kabupaten Padang Pariaman, kegiatan terpusat di Huntara Asam Pulau dan Huntara Batang Anai. Sementara itu, peresmian serupa turut berlangsung di Huntara Puluik-Puluik, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, serta Huntara Aia Angek, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota.
Dalam sambutannya, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa pembangunan Huntara merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi dan memperhatikan masyarakat yang terdampak bencana. Ia menyampaikan bahwa Presiden telah memberikan arahan tegas agar proses pemulihan pascabencana di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara dikawal secara serius dan berkelanjutan. Fokus utama pemerintah, menurutnya, adalah memastikan masyarakat segera memiliki hunian sementara dan hunian tetap, sekaligus memulihkan kembali aktivitas ekonomi dan produktivitas warga.
Pratikno juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat beserta pemerintah kabupaten/kota yang dinilainya bergerak cepat dan responsif dalam menangani dampak bencana. Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menunjukkan kesabaran dan ketangguhan dalam menghadapi masa pemulihan.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis dalam laporannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian serta dukungan konkret yang diberikan kepada masyarakat Padang Pariaman yang terdampak bencana hidrometeorologi. Ia menjelaskan bahwa Huntara Asam Pulau dibangun di atas lahan milik PLTA Singkarak seluas sekitar 5.000 meter persegi dari total area 1,5 hektare. Di lokasi tersebut telah dibangun 34 unit Huntara dan direncanakan ke depan akan dikembangkan menjadi kawasan hunian tetap (Huntap).






