Perubahan cuaca mulai terasa pada periode ketiga, yakni 27 Januari pukul 07.00 WIB hingga 28 Januari pukul 06.00 WIB. BMKG memprakirakan kondisi cuaca yang semula cerah berawan berpotensi berkembang menjadi hujan ringan di sejumlah wilayah perairan.
Hujan ringan diperkirakan terjadi di perairan Timur Siberut dan Barat Siberut. Pada saat yang sama, arah angin bergeser dari Barat Laut hingga Utara dengan kecepatan yang meningkat, mencapai 3 hingga 12 knot.
Peningkatan kecepatan angin berdampak langsung pada kondisi gelombang laut. Pada periode ini, gelombang diprediksi meningkat dari kategori rendah hingga tinggi. Gelombang setinggi 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Padang–Padangpariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, dan Timur Pagai.
Sementara itu, peringatan gelombang tinggi dikeluarkan untuk perairan Timur Sipora, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai. Di wilayah tersebut, tinggi gelombang diperkirakan dapat mencapai hingga 4 meter, yang tergolong berbahaya bagi keselamatan pelayaran.
Prakiraan Pasang Surut Laut
BMKG Maritim Teluk Bayur juga menyampaikan informasi pasang surut air laut untuk tanggal 25 Januari 2026. Pasang air laut diprediksi terjadi pada pukul 09.00–12.00 WIB dan kembali pada pukul 21.00–24.00 WIB. Adapun kondisi surut diperkirakan berlangsung pada pukul 16.00–17.00 WIB serta dini hari antara pukul 03.00–05.00 WIB.
Data pasang surut ini menjadi faktor penting dalam perencanaan aktivitas melaut, terutama bagi nelayan tradisional yang sangat bergantung pada kondisi muka air laut.
Imbauan Keselamatan






