Agam

Selain Huntara, Korban Bencana juga Dapat Paket bantuan Ekonomi dan Sosial

×

Selain Huntara, Korban Bencana juga Dapat Paket bantuan Ekonomi dan Sosial

Sebarkan artikel ini

Stimulan Ekonomi Rp 5 Juta, Perabotan Rp 3 Juta dan Harian Rp 15 Ribu per Hari

DIRESMIKAN : Peresmian 117 Unit Huntara Kayu Pasak untuk warga korban galodo Palembayan, Agam.(pemkab agam)

Agam, Sindotime-Pemerintah pusat menyiapkan paket bantuan ekonomi dan sosial bagi masyarakat terdampak bencana Galodo di Kabupaten Agam sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana. Setiap keluarga korban akan menerima stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta, bantuan perabotan rumah tangga Rp3 juta, serta jaminan hidup berupa uang lauk-pauk senilai Rp15 ribu per orang per hari. Seluruh bantuan tersebut diberikan terpisah dari penyediaan hunian sementara (Huntara).

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera saat meresmikan 117 unit Huntara Kayu Pasak di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu (24/01). Peresmian itu turut dihadiri Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansarullah, serta Bupati Agam Benni Warlis.

Tito menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat tinggal sementara. Menurutnya, pemulihan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus berjalan beriringan agar warga terdampak dapat kembali bangkit secara mandiri.

Untuk mendukung kebutuhan rumah tangga, pemerintah menyalurkan bantuan perabotan senilai Rp3 juta per keluarga melalui Kementerian Sosial. Bantuan ini ditujukan bagi warga yang mulai menempati Huntara maupun yang sementara tinggal di rumah kerabat agar dapat segera melengkapi kebutuhan dasar tempat tinggal.

Ia menekankan bahwa validitas data menjadi faktor penentu percepatan pencairan bantuan. “Begitu data valid, bantuan bisa langsung dibayarkan. Kuncinya ada pada data yang akurat,” ujar Tito.

Selain bantuan perabotan, pemerintah pusat juga menyiapkan stimulan ekonomi Rp5 juta per keluarga. Dana ini diharapkan dapat digunakan sebagai modal awal untuk memulai kembali usaha kecil, memenuhi kebutuhan produktif, serta menggerakkan kembali aktivitas ekonomi keluarga yang terdampak bencana.

Pemerintah juga memberikan jaminan hidup berupa uang lauk-pauk sebesar Rp15 ribu per orang per hari guna menjamin kebutuhan konsumsi dasar selama masa pemulihan. Teknis penyaluran bantuan konsumsi ini diserahkan kepada bupati dan wali kota sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.