Internasional

Akhiri Keanggotaan, Pendanaan AS untuk WHO Terancam Dihentikan

×

Akhiri Keanggotaan, Pendanaan AS untuk WHO Terancam Dihentikan

Sebarkan artikel ini
TARIK DIRI : Presiden Amerika Serikat, Donald Trump saat menghadiri salah satu forum baru-baru ini.(umj)

Washington, Sindotime-Amerika Serikat secara resmi mengakhiri keanggotaannya di Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada Kamis, 22 Januari. Keputusan ini merupakan puncak dari proses panjang yang dimulai sejak Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada hari pertama masa jabatan keduanya.

Penarikan diri dari WHO tersebut, juga secara otomatis akan membuat pendanaan di bidang kesehatan untuk WHO juga akan terhenti.

Melalui Perintah Eksekutif Nomor 14155 yang diteken pada 20 Januari 2025, Trump menginstruksikan dimulainya mekanisme penarikan diri AS dari WHO. Sesuai ketentuan organisasi tersebut, proses ini mewajibkan masa pemberitahuan selama satu tahun sebelum penarikan berlaku efektif. Setelah periode tersebut berakhir, pemerintah AS secara resmi keluar dari WHO pada 22 Januari 2026.

Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat (HHS) dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa keluarnya AS dari WHO juga diikuti dengan penghentian seluruh kontribusi pendanaan pemerintah federal kepada badan kesehatan dunia tersebut.

Di tengah perkembangan tersebut, Amerika Serikat juga diguncang oleh insiden penembakan fatal yang melibatkan aparat imigrasi. Pada Sabtu, 24 Januari, petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) menembak mati seorang warga negara Amerika bernama Alex Pretti di Minneapolis, Minnesota. Peristiwa ini memicu gelombang kecaman dari pejabat lokal dan menjadi kasus penembakan kedua oleh ICE dalam bulan yang sama.

Menurut laporan Reuters, Pretti diketahui bekerja sebagai perawat unit perawatan intensif (ICU) di salah satu rumah sakit setempat. Rekaman video yang beredar luas di media sosial menunjukkan Pretti sedang merekam aksi petugas ICE yang mendorong seorang demonstran perempuan. Situasi kemudian memanas ketika seorang agen menyemprotkan semprotan merica ke arah Pretti dan dua orang lainnya.