“Kami langsung menghubungi BPBD, TNI, Polri, dan pihak lainnya untuk mengevaluasi kemungkinan adanya gas berbahaya. Ini perlu diteliti karena dikhawatirkan membahayakan masyarakat, apalagi jika airnya digunakan,” ujar Salmi.
Pada hari yang sama, pihak jorong bersama BPBD dan Polsek setempat melakukan pemeriksaan awal dengan menurunkan lilin ke dalam sumur sebagai uji sederhana.
“Hasil sementara, lilin tetap menyala. Biasanya kalau ada gas berbahaya, api akan padam. Untuk sementara dinilai tidak berbahaya,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah jorong tetap mengimbau warga agar tidak menggunakan air dari sumur tersebut dan tetap waspada sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak berwenang. (*/zoe)






