Tanah Datar, Sindotime-Pemerintah pusat menargetkan jalur nasional Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar dapat beroperasi penuh selama 24 jam pada masa libur Idulfitri tahun ini. Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, sebagai langkah antisipasi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran di Sumatera Barat.
Ruas Lembah Anai merupakan koridor strategis yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Bukittinggi serta wilayah Sumatera Barat bagian utara. Hingga saat ini, akses tersebut masih diberlakukan sistem buka-tutup akibat proses perbaikan pascabencana yang terjadi pada akhir November 2024. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat kelancaran mobilitas masyarakat apabila tidak segera dioptimalkan menjelang Lebaran.
Dalam kunjungan lapangan ke lokasi perbaikan pada Rabu (28/1), Menteri PU menegaskan bahwa ruas jalan yang telah dinyatakan fungsional harus dapat digunakan tanpa pembatasan waktu mulai tujuh hari sebelum hingga tujuh hari setelah Hari Raya Idulfitri. Ia menilai, pembukaan jalan yang hanya berlangsung beberapa jam seperti saat ini tidak cukup untuk mengakomodasi kebutuhan lalu lintas saat puncak liburan.
Selain itu, Menteri PU juga menginstruksikan agar seluruh alat berat dikeluarkan dari badan jalan selama periode libur Lebaran. Langkah tersebut bertujuan untuk menjamin kelancaran arus kendaraan sekaligus meningkatkan faktor keselamatan bagi pengguna jalan.
Terkait progres pembangunan, Kementerian PU menargetkan perbaikan permanen jalur Lembah Anai dapat diselesaikan secara menyeluruh pada Juli 2026. Namun, khusus selama masa Lebaran, fokus utama diarahkan pada optimalisasi fungsi jalan. Setelah periode libur berakhir, pekerjaan konstruksi akan kembali dimaksimalkan sesuai rencana teknis.
Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Kementerian PU dalam menjaga konektivitas infrastruktur strategis di daerahnya. Menurutnya, fungsionalisasi jalur Lembah Anai selama 24 jam sangat krusial untuk mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi logistik, serta menjaga stabilitas aktivitas ekonomi daerah selama Lebaran.






