Headline

Awas Penyebaran Virus Nipah Mengancam, IDAI Ingatkan Masyarakat

×

Awas Penyebaran Virus Nipah Mengancam, IDAI Ingatkan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI : Seorang warga terpaksa dirawat akibat terkena virus nipah.(gemini ai)

Tingkat kematian akibat infeksi virus ini di laporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen. Menjadikannya salah satu penyakit infeksi emerging dengan risiko tertinggi.

Penularan ke manusia dapat terjadi melalui berbagai jalur. Antara lain kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi seperti babi atau cairan tubuhnya, konsumsi pangan yang terkontaminasi—termasuk nira atau sari kurma mentah—buah yang telah di gigit kelelawar, serta daging hewan terinfeksi yang tidak di masak secara sempurna.

Selain penularan dari hewan ke manusia, transmisi antarmanusia juga di mungkinkan melalui droplet, darah, atau urine, khususnya dalam lingkungan keluarga maupun fasilitas kesehatan yang tidak menerapkan perlindungan optimal.

IDAI juga mengingatkan bahwa anak-anak tetap berisiko terinfeksi, meskipun proporsinya lebih rendah di bandingkan kelompok dewasa muda. Data epidemiologis menunjukkan kasus Virus Nipah dapat terjadi pada semua kelompok usia, mulai dari bayi berusia enam bulan hingga lansia di atas 75 tahun, dengan median usia pasien antara 17 hingga 27 tahun.

Pada wabah di Kerala, India, tahun 2023, bahkan tercatat kasus pada anak berusia sembilan tahun, yang menegaskan bahwa tidak ada kelompok usia yang benar-benar kebal.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI sekaligus Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof. DR Dr Dominicus Husada, Sp.A, Subsp. IPT, menekankan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dan pengasuh.