Selain itu, IDAI mendorong pemerintah untuk terus memperkuat sistem kewaspadaan di pintu masuk negara. Seperti bandara, pelabuhan, dan Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN). Langkah yang di perlukan meliputi skrining suhu dan gejala, pelacakan kontak erat, notifikasi cepat kasus suspek. Dalam waktu kurang dari 24 jam. Derta karantina dan disinfeksi alat angkut dan barang dari negara dengan kasus Nipah.
IDAI menyatakan komitmennya untuk terus memantau dinamika global dan bekerja sama dengan pemerintah, institusi terkait, mitra internasional. Serta seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat kesiapsiagaan nasional terhadap penyakit infeksi emerging.
Dengan kewaspadaan dini, kedisiplinan menerapkan langkah pencegahan, dan kolaborasi seluruh pihak, IDAI optimistis risiko penularan Virus Nipah dapat di tekan. Dan kesehatan anak-anak serta masyarakat Indonesia tetap terlindungi.(*/zoe)






