Agam

Banjir Huntara Kayupasak Akibat Drainase Belum Siap Tampung Debit Air Hujan

×

Banjir Huntara Kayupasak Akibat Drainase Belum Siap Tampung Debit Air Hujan

Sebarkan artikel ini
BERLUMPUR : Salah sudut rumah warga di kompleks Huntara Kayupasak, Palembayan, Agam yang sebelumnya sempat mengalami kebanjiran akibat hujan lebat.(bpbd agam)

SINDOTIME.COM—Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu siang (31/1), menyebabkan genangan air di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Kayupasak. Air hujan meluap hingga masuk ke bilik-bilik warga akibat sistem drainase yang belum mampu menampung debit air, khususnya di area huntara yang berlokasi di lapangan sepak bola SDN 05 Kayupasak.

Peristiwa tersebut berdampak pada 117 kepala keluarga (KK) yang baru saja menempati huntara. Kekhawatiran dan kepanikan warga terekam jelas dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terdengar suara cemas menyebutkan air hujan menggenangi rumah-rumah huntara dan memicu banjir saat hujan lebat turun.

Beberapa unggahan lain memperlihatkan derasnya hujan disertai air yang mengalir bebas ke dalam kawasan hunian karena tidak tersedianya saluran pembuangan yang memadai. Sejumlah warga tampak bahu-membahu membuat alur air darurat di tengah hujan, sementara sebagian lainnya berupaya mengeluarkan air dari dalam bilik agar genangan tidak semakin tinggi.

Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa perencanaan drainase di kawasan huntara belum sepenuhnya matang. Minimnya saluran air di sekitar lokasi hunian membuat air hujan mudah meluap dan menggenang. Hal tersebut menunjukkan bahwa percepatan pembangunan dan pemanfaatan huntara belum sepenuhnya diiringi kesiapan infrastruktur dasar yang optimal demi kenyamanan dan keselamatan penghuni.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmad Lasmono, membenarkan adanya persoalan drainase tersebut. Ia menjelaskan bahwa genangan air hanya terjadi di satu blok huntara karena kondisi saluran air yang masih dangkal.

“Yang terdampak hanya satu blok atau barak. Drainasenya memang belum cukup dalam, sementara blok lainnya relatif aman,” ujar Rahmad saat dikonfirmasi.

Menurutnya, genangan air tidak berlangsung lama karena warga bersama petugas segera melakukan gotong royong membuat saluran air sementara. “Banjir terjadi siang hari, dan sore sudah surut setelah kita buatkan aliran air darurat,” jelasnya.