Opini

Aglomerasi Palapa : Mewujudkan Mobilitas Terintegrasi dan Berkualitas Di Sumatera Barat

×

Aglomerasi Palapa : Mewujudkan Mobilitas Terintegrasi dan Berkualitas Di Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
Oleh : DJOKO SETIJOWARNO (Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata/ Dewan Penasehat MTI)

Saat ini, konektivitas di wilayah aglomerasi PALAPA ditopang oleh layanan Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan koridor utama Kota Padang–Lubuk Alung–Kota Pariaman. Trayek ini melayani jalur strategis melalui Pauh Kamba, Sicincin, hingga pusat ekonomi Kota Pariaman. Selain itu, terdapat pula layanan angkutan perdesaan Lubuk Alung–Batas Kota Padang.

Di kawasan yang sama, beroperasi satu rute angkutan bus perintis, yaitu rute Pariaman–Kuraitaji–Pauh Kambar–Parit Malintang–Kantor Bupati Padang.

Dari sisi moda rel, kawasan PALAPA dilintasi jaringan rel aktif sepanjang 107,221 km, dengan lintas nonaktif 245,893 km, lintas penumpang 87,489 km, dan lintas barang 14,572 km. Layanan kereta api yang beroperasi meliputi KA Pariaman Ekspres, KA Sibinuang, dan KA Lembah Anai.

Hasil kajian

Berdasarkan hasil kajian Balitbang Provinsi Sumatera Barat Tahun 2024, pengembangan angkutan aglomerasi PALAPA difokuskan pada empat koridor utama dengan total panjang sekitar 122 km yang menghubungkan Padang, Padang Pariaman, dan Pariaman.

Koridor pertama membentang dari Terminal Anak Air (Padang)–Sicincin via Lubuk Alung sepanjang 33,2 km. Koridor kedua, sebagai rute terpanjang, menghubungkan Terminal Anak Air–Pasar Rakyat Pariaman via Ketaping sepanjang 36,4 km. Koridor ketiga melayani rute Parit Malintang–Pariaman sejauh 30,4 km, sementara koridor keempat menghubungkan Sicincin–Pariaman via Sungai Sariak sepanjang 22,5 km.

Untuk menjamin kualitas layanan dengan headway 15 menit, dibutuhkan 35 unit bus sedang yang dialokasikan secara proporsional pada masing-masing koridor. Alokasi armada tersebut meliputi 10 bus masing-masing untuk dua koridor utama dari Terminal Anak Air, serta 9 bus untuk rute Parit Malintang–Pariaman dan 6 bus untuk rute Sicincin–Pariaman.

Manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan