SINDOTIME.COM—Keamanan di ruas Jalan Lintas Sumatera, tepatnya jalur Simpang Gudang, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung menuju Sungailimau, kian dipertanyakan. Jalur vital angkutan barang ini diduga menjadi lokasi rawan aksi pembegalan, khususnya terhadap truk bermuatan barang bernilai tinggi.
Salah satu peristiwa yang mencuat dialami oleh Mhd. Junaidi Lubis (46), pemilik truk pengangkut inti sawit yang menjadi korban dugaan begal. Insiden tersebut terjadi pada Senin dini hari (26/1) sekitar pukul 04.00 WIB di kawasan Jalan Air Manis, Nagari Kuranjihilir, Kecamatan Sungailimau.
Junaidi mengaku baru menerima informasi pembegalan itu dari sopirnya pada Selasa sore (27/1) sekitar pukul 15.00 WIB. Mendapat kabar tersebut, ia langsung menuju lokasi kejadian untuk melihat kondisi truk serta sisa muatan yang ada.
“Menurut keterangan sopir saya, saat kejadian ia disekap dan dilakban oleh para pelaku. Jumlahnya sekitar enam orang, semuanya pria dewasa,” ujar Junaidi, Selasa (3/2).
Akibat kejadian itu, sekitar 10 ton inti sawit dilaporkan raib dari total muatan 20,8 ton yang diangkut truk tersebut. Dengan harga inti sawit yang saat ini mencapai Rp11.600 per kilogram, kerugian yang dialami korban ditaksir melebihi Rp100 juta.
Junaidi menyebut, berdasarkan penelusuran internal, dugaan otak pelaku pembegalan berinisial RZ alias AN. Sosok tersebut disebut sudah cukup dikenal di kalangan sopir truk yang kerap melintas di jalur Simpang Gudang hingga Pasar Sungailimau.
“Bagi kami para pelaku usaha, jalur ini sudah lama tidak aman. Bahkan truk besar saja berani mereka hentikan,” tegasnya.






