Ia menilai, maraknya kejahatan jalanan di Jalan Lintas Sumatera harus menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Menurutnya, penggunaan senjata tajam oleh pelaku menunjukkan tingkat ancaman yang sangat tinggi dan berpotensi membahayakan kendaraan lain yang mengangkut barang berharga.
“Kami hanya ingin kepastian keamanan. Jangan sampai jalur ini terus dibiarkan rawan begal,” lanjutnya.
Kasus tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Polres Pariaman pada Selasa malam (27/1) sekitar pukul 19.00 WIB. Namun hingga kini, Junaidi mengaku belum menerima perkembangan signifikan terkait penanganan kasus tersebut.
“Selama pelaku belum ditangkap, ancaman terhadap sopir kami masih ada,” katanya.
Karena lokasi kejadian berada di jalur nasional Jalan Lintas Sumatera, Junaidi juga berharap Polda Sumatera Barat turun tangan langsung. Ia mengungkapkan, banyak pengusaha dan sopir lain yang mengalami kejadian serupa namun enggan melapor karena takut.
“Saya memilih bicara ke media agar masalah ini mendapat perhatian serius, terutama dari Polda Sumbar,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Rio Ramadhani, membenarkan adanya laporan dugaan pembegalan truk bermuatan inti sawit tersebut. Ia menyatakan bahwa kasus masih dalam tahap pengembangan.
“Terduga pelaku saat ini diduga melarikan diri ke luar daerah,” jelasnya.






