SINDOTIME.COM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini digadang-gadang sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan pelajar di Indonesia justru kini mengkhawatirkan. Di Kabupaten Dharmasraya misalnya, MBG kini menjadi sorotan publik. Program tersebut diduga memicu insiden kesehatan serius setelah puluhan siswa mengalami gejala sakit usai mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah.
Peristiwa ini terjadi di SMAN 1 Sungai Rumbai pada Rabu (4/2). Berdasarkan data sementara, sedikitnya 89 siswa, lima ibu hamil, serta dua pegawai MBG dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang mengarah pada dugaan keracunan massal.
Para korban langsung mendapatkan penanganan medis dan dilarikan ke RSUD Sungai Rumbai serta Puskesmas Sungai Rumbai. Keluhan yang muncul beragam, mulai dari mual, muntah, diare, hingga demam, yang dirasakan tidak lama setelah menyantap menu MBG di lingkungan sekolah.
Diketahui, makanan dalam program tersebut disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sang Surya. Namun hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan para korban masih dalam tahap penyelidikan.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Jasman Rizal, menegaskan bahwa pemerintah daerah belum dapat menyimpulkan apakah kejadian ini benar merupakan kasus keracunan makanan.
“Belum bisa dipastikan keracunan. Saat ini masih dilakukan pendalaman, termasuk pemeriksaan sampel makanan, baik dari distribusi hari ini maupun hari sebelumnya,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses pendataan korban serta uji laboratorium terhadap sampel makanan masih terus berjalan guna memastikan sumber permasalahan.






