Jakarta, Sindotime-Pemerintah kembali mematangkan rencana kelanjutan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru, khususnya pada seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi. Pembahasan ini dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta pemerintah daerah terkait seperti Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, Kota Bukittinggi, dan Kota Padang Panjang.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa pembangunan ruas tol tersebut akan dibagi ke dalam dua segmen utama. Segmen pertama adalah Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang dengan panjang sekitar 20,3 kilometer, sedangkan segmen kedua yaitu Bukittinggi–Padang Panjang sepanjang 19,71 kilometer.
Untuk menunjang konektivitas antarwilayah, masing-masing segmen akan dilengkapi satu interchange atau simpang susun. Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran pembangunan tol Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi diperkirakan mencapai Rp25,23 triliun.
“Perencanaan pembangunan akan disesuaikan dengan kondisi geografis yang memiliki tingkat kompleksitas cukup tinggi,” ujar Mahyeldi usai mengikuti rapat koordinasi di Kementerian PU, Jakarta, Selasa (3/2).
Khusus pada segmen Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang, pemerintah merencanakan pembangunan dua terowongan dengan total panjang 5,85 kilometer. Terowongan pertama dirancang sepanjang 5,5 kilometer, sementara terowongan kedua sepanjang 350 meter.
Selain terowongan, konstruksi jalan tol pada segmen ini akan menggunakan skema kombinasi, yakni 4,45 kilometer jalur at grade, 10 kilometer jembatan, dan sisanya berupa terowongan. Sementara itu, pada segmen Bukittinggi–Padang Panjang, pembangunan direncanakan sepanjang 17 kilometer at grade dan 2,71 kilometer jembatan.






