Di bagian lain, meski tidak sempat menghadiri pelaksanaan Musda tersebut secara langsung, namun Ketua Umum DPP PAPPRI, Tony Wenas tetap memberikan apresiasi atas kerja keras dari pengurus agar Musda tersebut bisa berjalan dengan baik.
Bahkan beliau juga mengapresiasi dukungan Pemko Bukittinggi agar Musda ini dapat berjalan sesuai dengan AD/ART Pappri, serta tata tertib organisasi. Begitu juga dengan DPC Pappri Kota Bukittinggi yang telah berperan aktif bersama Pemko Bukittinggi dalam mendukung pelaksanaan Internasional Minangkabau Literasi Festival (IMLF) pada momentum Satu Abad Jam Gadang yang akan dilaksanakan pada 3-7 Juni 2026.
Upaya ini dinilai sebagai langkah penting dalam mengangkat Bukittinggi sebagai pusat literasi budaya Minangkabau di tingkat dunia. Salah satu pencapaian yang dipatut dibanggakan dari DPC Pappri Bukittinggi ini adalah hadirnya orkestra Bukittinggi yang telah menunjukan standar musikal tinggi dan menjadi contoh kongkrit kontribusi Pappri dalam memperkuat sistem seni musik daerah.
Diakui, DPD Pappri sendiri sudah berdiri sejak 1994. Di bawah kepemimpinan Husin Daruhan periode 2022-2025, DPD Pappri Sumbar sudah sukses mendirikan 7 DPC Pappri di Kabupaten/Kota serta 7 DPC lainnya sedang berada dalam penjajakan.
“Ini capaian penting, dari 19 kabupaten/kota yang ada di Sumbar. Pondasi yang dicapai ini merupakan modal yang berharga dan perlu terus diperkuat agar Pappri tumbuh baik, makin hadir, makin relevan dan berdampak pada pelaku seni musik di Sumbar,” ungkap Tony Wenas.
Musda ini, lanjutnya, merupakan momentum yang strategis untuk melakukan evaluasi, memperkuat konsolidasi serta merumuskan program-program kerja ke depan, demi kemajuan Pappri dan perkembangan ekosistem musik di Sumbar.






