SINDOTIME.COM—Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan terjadinya erupsi pada Kamis malam, 5 Februari, sekitar pukul 22.25 WIB. Gunung api yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar ini menyemburkan abu vulkanik dengan ketinggian signifikan.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, kolom abu hasil letusan teramati mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak, atau setara 5.891 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik tampak berwarna kelabu pekat dan bergerak ke arah timur laut, menandakan intensitas erupsi yang cukup kuat.
Petugas PGA Marapi, Teguh Firmansyah, menjelaskan bahwa aktivitas erupsi tersebut terekam jelas pada alat seismograf. Getaran letusan tercatat memiliki amplitudo maksimum 30,3 milimeter dengan durasi sekitar 1 menit 27 detik, sebagaimana disampaikan dalam laporan resmi pada Kamis malam.
Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan Status Level II (Waspada) untuk Gunung Marapi. Status tersebut menandakan adanya peningkatan aktivitas gunung api yang berpotensi menimbulkan bahaya.
PVMBG mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, pendaki, serta wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek. Larangan ini diberlakukan demi menghindari risiko paparan material vulkanik.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lembah, bantaran sungai, dan aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar dan banjir lahar, terutama di tengah kondisi musim hujan.






