Headline

Bangun Gedung MUI dan Lembaga Umat Islam, Presiden Prabowo Siapkan Lahan Strategis di Bundaran HI

×

Bangun Gedung MUI dan Lembaga Umat Islam, Presiden Prabowo Siapkan Lahan Strategis di Bundaran HI

Sebarkan artikel ini
TEGAS : Presiden RI, Prabowo Subianto ketika memberikan sambutan dalam acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa sekaligus Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus MUI Masa Khidmat 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7/2). (BPMI Setpres)

SINDOTIME.COM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan rencana besar pemerintah dalam memperkuat peran lembaga-lembaga umat Islam dengan menyiapkan lahan strategis di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi tersebut akan digunakan untuk pembangunan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta berbagai institusi Islam lainnya.

Rencana ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat memberikan taklimat dalam acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa sekaligus Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus MUI Masa Khidmat 2025–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7/2).

Dalam keterangannya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah ingin menghadirkan pusat aktivitas umat Islam di jantung ibu kota. Gedung tersebut nantinya tidak hanya menjadi kantor MUI, tetapi juga dapat digunakan oleh lembaga-lembaga strategis seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), serta organisasi dan ormas Islam lain yang membutuhkan ruang kegiatan.

Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa bangunan tersebut dirancang sebagai gedung bertingkat tinggi, dengan rencana mencapai sekitar 40 lantai. Konsep ini sejalan dengan aspirasi yang sebelumnya disampaikan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama, Nasaruddin Umar, agar lembaga umat Islam memiliki pusat representatif yang modern dan fungsional.

Menurut Presiden, keberadaan gedung lembaga Islam di kawasan Bundaran HI memiliki makna simbolis yang kuat. Selama ini, kawasan tersebut identik dengan hotel berbintang dan pusat perbelanjaan. Ke depan, Presiden ingin memastikan bahwa lembaga umat Islam juga hadir secara nyata dan strategis di kawasan prestisius tersebut.

Tak hanya sebagai pusat kelembagaan, gedung ini juga diproyeksikan mendukung pembentukan lembaga pengelola dana umat yang terintegrasi. Presiden menyebutkan bahwa potensi dana umat sangat besar apabila dikelola secara profesional dan transparan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, potensi tersebut bisa mencapai sedikitnya Rp500 triliun per tahun.