SINDOTIME.COM-Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh warga negaranya yang masih berada di Iran agar segera meninggalkan negara tersebut. Imbauan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan politik dan memburuknya kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Peringatan disampaikan melalui Kedutaan Besar Virtual Amerika Serikat untuk Iran, yang selama ini menangani layanan konsuler karena AS tidak memiliki kedutaan fisik di Teheran. Dalam pernyataan resminya, pihak kedutaan menilai situasi di Iran semakin berisiko bagi warga negara AS.
Menurut pemerintah AS, warga negaranya berpotensi menghadapi ancaman serius, mulai dari pemeriksaan intensif, interogasi, hingga penangkapan dan penahanan oleh aparat setempat. Otoritas AS juga menegaskan bahwa jika kondisi keamanan terus memburuk, pemerintah tidak dapat menjamin bantuan evakuasi bagi warganya.
“Warga negara Amerika Serikat tidak boleh mengandalkan evakuasi dari pemerintah AS apabila situasi darurat meningkat,” bunyi pernyataan resmi Kedutaan Besar Virtual AS, seperti dikutip media Turki, Yeni Safak.
Dalam peringatan keamanan yang dirilis pada Jumat (6/2), pemerintah AS melaporkan adanya peningkatan pengamanan di berbagai wilayah Iran. Sejumlah jalan utama dilaporkan ditutup, layanan transportasi umum terganggu, dan akses internet mengalami pembatasan ketat.
Pemerintah Iran juga disebut terus mempersempit akses komunikasi, termasuk pembatasan internet nasional serta jaringan telepon seluler dan kabel. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat komunikasi darurat bagi warga asing.






