CENTCOM menegaskan kesiapan penuh awak kapal induk dalam menjalankan operasi militer. “Para pelaut USS Abraham Lincoln dilatih untuk bekerja sebagai satu tim dalam meluncurkan dan menerima kembali pesawat dengan aman dan tepat waktu, kapan pun dibutuhkan,” tulis CENTCOM melalui akun resminya di platform X.
Kapal induk USS Abraham Lincoln disebut sebagai bagian dari apa yang oleh Presiden Donald Trump disebut sebagai “armada raksasa” Amerika Serikat di Timur Tengah. Penguatan militer ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Iran dan situasi politik dalam negeri Teheran.
Kapal induk tersebut tiba di kawasan awal tahun ini bersama gugus tempurnya, membawa tambahan jet tempur F-35C dan F/A-18 yang memiliki kemampuan serangan jarak jauh hingga ke wilayah Iran.
Ketegangan memuncak pada Selasa lalu ketika USS Abraham Lincoln menembak jatuh sebuah drone bunuh diri Iran di atas Laut Arab. Drone tersebut dilaporkan mendekati kapal perang AS secara agresif, sehingga memicu respons cepat dari militer Amerika.
CENTCOM menegaskan bahwa tindakan semacam itu tidak akan ditoleransi. “Ancaman dan pelecehan berkelanjutan dari Iran di perairan dan wilayah udara internasional tidak dapat diterima,” tegas pernyataan resmi militer AS.
Pihak militer AS juga memperingatkan bahwa tindakan Iran di kawasan berpotensi meningkatkan risiko tabrakan, salah perhitungan, serta memperburuk stabilitas regional, termasuk bagi pasukan AS, mitra regional, dan kapal-kapal komersial internasional.(*/zoe)






