SINDOTIME.COM—Hujan deras yang melanda Sumatera Barat selama tiga hari berturut-turut menyebabkan terjadinya longsor susulan di kawasan Lembahanai, tepatnya di ruas jalan KM 66+700, pada Sabtu (7/2). Kondisi cuaca ekstrem tersebut meningkatkan risiko pergerakan tanah di area rawan longsor.
Menindaklanjuti situasi tersebut, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) langsung mengambil langkah cepat untuk menjaga keselamatan pengguna jalan serta mencegah kerusakan yang lebih parah. Upaya penanganan darurat dilakukan sejak awal kejadian.
Melalui informasi resmi yang disampaikan lewat akun Instagram HKI Infrastruktur pada Selasa (10/2), pengelola jalan menyebutkan bahwa area longsoran telah dipasangi pembatas dan dilokalisir. Pemasangan barier ini bertujuan sebagai perlindungan sekaligus membatasi ruang gerak kendaraan di titik rawan.
Pembatasan tersebut dinilai penting untuk mengurangi beban pada struktur jalan yang mengalami tekanan akibat longsor. Dengan langkah ini, risiko penurunan stabilitas jalan di sekitar lokasi dapat ditekan.
Selain itu, HKI juga memprioritaskan pengamanan lereng. Area terdampak kini dilindungi menggunakan terpal dan jaring pengaman guna meminimalkan erosi tanah akibat aliran air hujan. Metode ini diharapkan mampu menjaga kestabilan lereng selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
Demi memastikan arus lalu lintas tetap berjalan, penyesuaian badan jalan turut dilakukan. Jalur kendaraan diperlebar ke arah bahu dalam sehingga kendaraan ringan masih dapat melintas meski sebagian badan jalan terdampak longsor.






