Padang

Padang Butuh Strategi Pengendalian Inflasi dan Stok Pangan Jelang Ramadhan 2026

×

Padang Butuh Strategi Pengendalian Inflasi dan Stok Pangan Jelang Ramadhan 2026

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI : Gambaran inflasi yang terjadi saat ini.(gemini ai)

SINDOTIME.COM-Menjelang Ramadhan 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai memfokuskan perhatian pada stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga yang kerap terjadi saat memasuki bulan suci.

Setiap Ramadhan, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok cenderung meningkat. Kondisi ini dipicu oleh perubahan pola konsumsi serta meningkatnya aktivitas ekonomi, terutama pada sektor makanan dan minuman. Pedagang takjil, penjual kebutuhan berbuka, hingga pelaku usaha fesyen menjelang Idul Fitri biasanya mengalami peningkatan permintaan yang signifikan.

Perubahan Pola Konsumsi Selama Ramadhan

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako Padang, Indra Noveri, menjelaskan bahwa meskipun waktu makan hanya terjadi saat sahur dan berbuka, volume konsumsi masyarakat justru lebih besar dibandingkan hari biasa.

“Selama bulan puasa, masyarakat memang makan dua kali sehari, yakni saat sahur dan berbuka. Namun, jumlah konsumsi biasanya meningkat dari hari-hari normal,” ungkap Indra dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (10/2).

Peningkatan konsumsi tersebut berdampak langsung pada naiknya permintaan bahan pangan di pasar. Jika tidak diimbangi dengan pasokan yang memadai, kondisi ini berpotensi memicu inflasi daerah.

Imbauan Konsumsi Bijak untuk Tekan Lonjakan Harga

Sebagai langkah preventif, Pemko Padang mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur pola konsumsi selama Ramadhan. Pengendalian diri dan sikap tidak berlebihan dinilai menjadi kunci dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok.