Diakui, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar, komitmen pihak perusahaan di awal adalah akan melibatkan sumber daya masyarakat yang ada, mulai dari yang punya truk, alat berat dan sebagainya.
Jadi apapun yang dibutuhkan masyarakat, akan diupayakan dimaksimalkan pihaknya. Dan di luar dari itu, pihak perusahaan juga memiliki dana Corporate Sosical Responbility (CSR). Harapan pihaknya, ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar nantinya.
Dan pihak perusahaan juga tetap membuka ruang dialog kepada masyarakat untuk menjelaskan terhadap aktivitas tambang. Sehingga semua aktivitas yang dilakukan lebih transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi.
Dari sisi lingkungan, Direktur Operasional, Bobby Sujaryanto mengaku, melihat di sana adanya pendangkalan dari pada anak sungai. Jadi dengan adanya kegiatan ini, dengan sendiri pihaknya akan melakukan normalisasi yang berdampak kepada baik terhadap pengairan masyarakat yang ada di bawah sungai tersebut.
“Dan dalam hal penambangan, nanti dengan sendirinya juga akan membuka jalan. Jadi jalan ini juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk pergi ke kebun. Ini akan membuat akses pertanian lebih lancar,” sebutnya.
Tokoh Masyarakat Nagari Kasang, Desra Diah menjelaskan, selaku masyarakat Kasang, tentunya tidak bisa membatasi orang untuk berinvestasi. Dan dalam perjalanannya, memang ada sebagian kecil masyarakat yang menolak.






