“Namun ini sangat disayangkan. Pahadal dengan adanya aktivitas tambang ini, ekonomi masyarakat, khususnya di Korong Koto yang sebelumnya berada di garis bawah, bisa berdampak lebih baik,” kata mantan Ketua Bamus.
Terkait aktivitas tambang tersebut, pihaknya juga meminta kepada pihak perusahaan agar bisa memenuhi penyaluran dana CSR kepada masyarakat sekitar. Selain itu, sebagai bentuk kompensasi pihak perusahaan, pihak perusahaan juga memberikan bantuan kepada perangkat Korong Koto, dan Bintungan, Kenagarian Kasang, Bamus dan juga KAN.
“Artinya kita dari masyarakat menerima, karena semua aktivitas ini sudah dikaji oleh dinas-dinas terkait. Dan sebagai masyarakat kita juga harus melihat sisi positif dan negatifnya. Kalau negatifnya banyak maka boleh tambang ini di stop. Tapi kalau banyak sisi positifnya, kita perlu juga mendukung pula. Sekarang kan tambangnya belum jalan,” katanya.
Seperti diketahui sebelumnya, ratusan masyarakat melakukan aksi damai terkait aktivitas tambang di Korong Koto pada Minggu (8/2). Masyarakat mengkhawatirkan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan oleh masyarakat.
Aksi yang dimotori Ketua KAN Kasang, Bayu Permana Dt Tan Marajo tersebut, meminta agar pihak perusahaan untuk menghentikan aktivitas tambang untuk sementara. Dan pihak perusahaan menghormati aspirasi tersebut, dengan menghentikan sementara aktivitas tambang, walau secara hukum, pihak perusahaan telah mengantongi semua perizinan dari pemerintah sebelum memulai aktivitas. Dan akan beraktivitas lagi setelahnya.(zoe)






