Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen ParagonCorp yang melihat pendidikan sebagai fondasi kesejahteraan jangka panjang. Melalui Wardah Inspiring Teacher, perusahaan mendorong penguatan ekosistem pendidikan secara kolaboratif—melibatkan guru, keluarga, generasi muda, hingga institusi pendidikan tinggi.
Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Tatacipta Dirgantara, turut menyoroti pentingnya kesinambungan antara pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Ia menyampaikan bahwa mutu perguruan tinggi tidak dapat dipisahkan dari kualitas fondasi pendidikan sebelumnya. Karena itu, penguatan kapasitas guru menjadi agenda strategis nasional.
ITB pun berperan aktif melalui kolaborasi micro-credential bagi alumni WIT, khususnya guru Rumah Belajar WIT. Skema ini memungkinkan pembelajaran berkelanjutan dikonversi menjadi SKS dan menjadi bagian dari jalur akademik lanjutan di ITB.
Program pengembangan WIT Gen 8 dirancang secara sistematis selama lima bulan dengan tiga tahapan utama. Tahap pertama, Penjelajah Makna, berfokus pada refleksi identitas dan kepemimpinan guru. Tahap kedua, Penenun Aksi, mengasah keterampilan Design Thinking dan Project-based Learning (PjBL) yang diterapkan langsung di kelas. Tahap ketiga, Pemantik Inspirasi, mendorong guru mendokumentasikan serta membagikan praktik baik agar dapat direplikasi di komunitas yang lebih luas.
Selain itu, tersedia pula Program Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Guru berbasis AI, Data, dan STEMBA bagi alumni terpilih. Inisiatif ini memperkuat literasi teknologi dan pendekatan pembelajaran berbasis data, sekaligus memberikan pengakuan formal atas proses belajar berkelanjutan para guru.
Dari sisi kebijakan, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen RI, Temu Ismail, menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup dilakukan melalui perubahan kurikulum atau regulasi semata. Guru harus ditempatkan sebagai aktor utama perubahan, didukung sistem yang memungkinkan mereka terus berkembang secara profesional.






